Dijual rumah dijual pabrik dan dijual tanah
Phone number : (021)7107-7733,-,(021)91109000,-,0818751333,081510372626 e-mail : orang_besar@ymail.com Anda mau jadi orang besar..?..gabung terus di blog ini,,,pasti jadi,,,!!!
Minggu, 12 Juni 2011
Modal 100.000 jadi omzet 6 jt/bulan
”Awalnya saya hanya bermodal Rp 100.000. Saya beli domain Rp 70.000, hosting Rp 30.000. Saya bangun website saya, bekerja sama dengan beberapa toko bunga offline, saya minta fotonya, lalu saya pajang di website. Sederhana sekali. Saat itu saya masih jual bunga dari berbagai toko sesuai pesanan. Setelah mulai berkembang, saya mulai memesan bunga pada supplier dan merangkainya sendiri. Sekarang foto-foto yang dipajang di katalogweb sudah foto-foto kami sendiri,”
Selasa, 17 Mei 2011
Dhammapada, Syair Sabda Sang Buddha

Jakarta - Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta. Semoga semua makhluk berbahagia. Melengkapi Tri Hari Suci Waisak ini, detikINET menghadirkan review aplikasi praktis bagi umat Buddha. Inilah Dhammapada saku yang sangat layak diunduh.
Bagi yang belum mengerti, kitab suci agama Buddha (Tripitaka) terdiri dari: Sutta Pitaka, Abdhidama Pitaka,dan Vinaya Pitaka. Dhammapada sendiri termasuk ke dalam kitab suci Sutta Pitaka.
Dhammapada merupakan kitab suci yang paling terkenal oleh umat Buddhis maupun Non Buddhis. Dhammapada kitab ini terdiri dari 423 syair dan di bagi ke dalam 26vagga dan sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Dhammapada adalah kumpulan sabda sang Buddha Gautama sekitar tahun 563-483 SM. Kitab suci Dhammapada di kumpulkan kira-kira sekitar abad ketiga sebelum Masehi di kumpulkan oleh murid beliau sehingga jadilah rangkaian buku. Namun di jaman ini, alangkah lebih praktis jika membawa kitab dalam sebuah aplikasi.
Ketika dijajal detikINET, aplikasi ini memiliki kekuatan pada kepraktisannya. Dengan ilustrasi gambar yang indah dan disambung syair, tiap-tiapVagga dapat diresapi secara praktis. Cukup geserkan jari ke layar begitu selesai membacanya. Tentu saja aplikasi ini menggunakan bahasa Inggris karena itu bebas diunduh dan gratis.
Kelebihan lain dari aplikasi Dhammapada ini terletak di bagian indeks yang memudahkan kita untuk mencari 26 Vagga yang akan dibaca. Kita pun bisa menyimpan syair favorit di dalamnya.
"Tiada perlindungan yang aman di dunia ini, kecuali Dhamma yang dipraktekkan dengan ketulusan hati. Selamat merayakan hari raya Waisak 2011. Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhassa..."
*Dhammapada bisa didapatkan secara gratis di Windows Marketplace. Dalam pengujiannya, detikINET menggunakan ponsel HTC HD7 dengan sistem operasi Windows Phone 7
Rabu, 04 Mei 2011
Inilah 9 Kasus Kejahatan Perbankan Indonesia
Strategic Indonesia mencatat, dalam kuartal I 2011 telah terjadi sembilan kasus pembobolan bank di berbagai industri perbankan.
Jos Luhukay, pengamat Perbankan Strategic Indonesia, mengatakan, modus kejahatan perbankan bukan hanya soal penipuan (fraud), tetapi lemahnya pengawasan internal control bank terhadap sumber daya manusia juga menjadi titik celah kejahatan perbankan. "Internal control menjadi masalah utama perbankan. Bank Indonesia harus mengatur standard operating procedure (SOP)," kata Jos Luhukay, Senin (2/5/2011).
Berikut adalah sembilan kasus perbankan pada kuartal pertama yang dihimpun oleh Strategic Indonesia melalui Badan Reserse Kriminal Mabes Polri:
1. Pembobolan Kantor Kas Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tamini Square. Melibatkan supervisor kantor kas tersebut dibantu empat tersangka dari luar bank. Modusnya, membuka rekening atas nama tersangka di luar bank. Uang ditransfer ke rekening tersebut sebesar 6 juta dollar AS. Kemudian uang ditukar dengan dollar hitam (dollar AS palsu berwarna hitam) menjadi 60 juta dollar AS.
2. Pemberian kredit dengan dokumen dan jaminan fiktif pada Bank Internasional Indonesia (BII) pada 31 Januari 2011. Melibatkan account officer BII Cabang Pangeran Jayakarta. Total kerugian Rp 3,6 miliar.
3. Pencairan deposito dan melarikan pembobolan tabungan nasabah Bank Mandiri. Melibatkan lima tersangka, salah satunya customer service bank tersebut. Modusnya memalsukan tanda tangan di slip penarikan, kemudian ditransfer ke rekening tersangka. Kasus yang dilaporkan 1 Februari 2011, dengan nilai kerugian Rp 18 miliar.
4. Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Margonda Depok. Tersangka seorang wakil pimpinan BNI cabang tersebut. Modusnya, tersangka mengirim berita teleks palsu berisi perintah memindahkan slip surat keputusan kredit dengan membuka rekening peminjaman modal kerja.
5. Pencairan deposito Rp 6 miliar milik nasabah oleh pengurus BPR tanpa sepengetahuan pemiliknya di BPR Pundi Artha Sejahtera, Bekasi, Jawa Barat. Pada saat jatuh tempo deposito itu tidak ada dana. Kasus ini melibatkan Direktur Utama BPR, dua komisaris, komisaris utama, dan seorang pelaku dari luar bank.
6. Pada 9 Maret terjadi pada Bank Danamon. Modusnya head teller Bank Danamon Cabang Menara Bank Danamon menarik uang kas nasabah berulang-ulang sebesar Rp 1,9 miliar dan 110.000 dollar AS.
7. Penggelapan dana nasabah yang dilakukan Kepala Operasi Panin Bank Cabang Metro Sunter dengan mengalirkan dana ke rekening pribadi. Kerugian bank Rp 2,5 miliar.
8. Pembobolan uang nasabah prioritas Citibank Landmark senilai Rp 16,63 miliar yang dilakukan senior relationship manager (RM) bank tersebut. Inong Malinda Dee, selaku RM, menarik dana nasabah tanpa sepengetahuan pemilik melalui slip penarikan kosong yang sudah ditandatangani nasabah.
9. Konspirasi kecurangan investasi/deposito senilai Rp 111 miliar untuk kepentingan pribadi Kepala Cabang Bank Mega Jababeka dan Direktur Keuangan PT Elnusa Tbk.
Osama bin laden tewas dan tak Bersenjata saat Ditembak
WASHINGTON -- Satu per satu ”kebohongan” Gedung Putih soal proses terbunuhnya Osama bin Laden mulai terkuak. Mulai bagaimana pemimpin Alqaeda itu ditangkap kemudian dihabisi, kesalahan identifikasi korban meninggal lain, sampai penyebab jatuhnya salah satu helikopter yang digunakan oleh pasukan elite Amerika Serikat (AS), Navy Seal, yang melakukan operasi 40 menit tersebut.
Mengutip seorang pejabat militer senior Pakistan, jaringan kantor berita Al Arabiyakemarin menyatakan bahwa Osama ternyata sama sekali tak bersenjata ketika ditangkap di kediamannya yang berlantai tiga di Abbottabad, Pakistan, Minggu 1 Mei lalu. Padahal, sebelumnya Gedung Putih mengklaim bahwa lelaki kelahiran Jeddah, Arab Saudi, tersebut memegang senapan AK-47 ketika disergap sehingga harus ditembak.
Begitu ditangkap, lanjut Al Arabiya, Osama langsung ditembak di dada dan tepat di atas mata kiri. Jenazahnya kemudian diseret ke salah satu helikopter. Pun, semua itu berlangsung di depan salah seorang anak perempuan Osama yang baru berusia 12 tahun.
Total, ada 17–18 orang di kamp Osama di Abbottabad itu ketika penyergapan berlangsung. Enam di antaranya adalah anak-anak Osama. Istrinya, Amah Al Saddah, 27, juga berada di tempat yang terletak tak jauh dari Akademi Militer Pakistan tersebut.
Amah-lah yang disebut Gedung Putih dijadikan perisai hidup oleh Osama sehingga akhirnya juga terbunuh. Padahal, Amah hanya ditembak di kaki ketika berusaha menghalangi upaya tentara AS membawa jenazah sang suami yang telah sepuluh tahun menikahinya.
Perempuan yang tewas saat operasi itu adalah istri Syekh Abu Ahmed, kurir kepercayaan Osama yang juga terbunuh. Sedangkan Amah dan enam anak Osama kini dirawat di rumah sakit di Rawalpindi. Kondisi mereka kini sudah pulih.
Selain Osama, ada tiga lelaki dan seorang perempuan yang juga tewas di tangan Navy Seal. Salah seorang di antara mereka adalah anak lelaki Osama. Tapi, Gedung Putih juga gagal mengidentifikasi anak Osama yang mana.
Belakangan, diketahui anak Osama yang terbunuh itu adalah Khalid. Yang pasti, menurut Al Arabiya seperti dikutip Daily Mail, jenazah si anak juga dibawa ke helikopter dan tak jelas dikubur di mana sekarang.
Osama, seperti diketahui, diklaim Gedung Putih dimakamkan di laut Afghanistan. Itu dilakukan karena, klaim Gedung Putih, tak ada negara yang mau menerima jenazah tokoh teroris tersebut.
”Tak ada satu peluru pun yang ditembakkan dari dalam rumah (Osama) itu ke arah pasukan AS dan helikopter mereka,” tutur si pejabat Pakistan tersebut.
Kalau kemudian ada satu helikopter AS yang jatuh, kata pejabat Pakistan yang tak disebutkan namanya itu, penyebabnya adalah masalah teknis. Bangkai helikopter tersebut akhirnya tertinggal di kompleks kediaman Osama.
Lantas, apa reaksi Gedung Putih? Pusat pemerintahan AS itu ternyata mengakui versi Al Arabiya tersebut. Tapi, Gedung Putih menyebut perbedaan itu sebagai fog combat alias sesuatu yang wajar dalam kondisi konflik yang berlangsung cepat seperti itu.
”Kami berusaha memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada publik dalam waktu secepatnya. Pun, sudah pasti informasi datang tidak secara keseluruhan, melainkan sepotong demi sepotong. Karena itu, harus terus di-update,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jim Carney seperti dikutip Daily Telegraph.
Selain itu, Kepala Penasihat Kontraterorisme AS John Brennan mengakui bahwa pasukan AS yang mencari Osama ke seluruh bangunan berlantai tiga dan memiliki 13 kamar tersebut tak menemukan satu senjata pun. Mereka hanya menemukan dua kerbau, seekor sapi, dan 150 ayam.
Tapi, Carney berkilah bahwa unsur ”adanya perlawanan” yang dijadikan alasan untuk menembak Osama itu tidak harus berarti Osama memegang senjata.
”Menolak ditangkap sudah termasuk melakukan perlawanan. Mengenai istri Bin Laden, dia ditembak di kaki karena menyerang (tanpa senjata) pasukan kami. Bin Laden selanjutnya ditembak dan terbunuh,” jelasnya.
Carney menegaskan, tentara AS sudah menjalankan tugas secara profesional. Mereka diperintahkan untuk menangkap Osama, bukan membunuhnya. Bahkan, sebelum mendarat di kompleks kediaman tertutup di Abbottabad itu, lewat pantauan satelit mereka sudah tahu bahwa Osama berada di lantai 2 atau 3.
Ketika sudah berada di rumah alias kamp tersebut, pasukan AS yang terdiri atas 25 personel Navy Seal itu akhirnya tak perlu sulit-sulit mengidentifikasi Osama. Mereka terbantu teriakan sang istri ketika serdadu AS sudah merangsek ke dalam rumah. Sebelum penyergapan, para tentara tersebut memang dilatih mengucapkan sejumlah frasa dalam bahasa Arab untuk bertanya di mana Osama berada.
Tidak konsistennya Gedung Putih tentang versi terbunuhnya Osama tersebut tentu saja mengejutkan. Sebab, serbuan ke Abbottabad itu disaksikan langsung oleh Presiden AS Barack Obama bersama sejumlah pejabat tinggi Negeri Paman Sam dari Gedung Putih.
Sementara itu, Gedung Putih kemarin juga mengklaim bahwa tim penyergap berhasil menyita berbagai dokumen dalam bentuk hard drive, DVD, dan sejumlah file elektronik lain dari rumah Osama. Isinya diyakini akan membantu intelijen AS menangkal aksi-aksi terorisme pada masa depan. Juga, mempermudah upaya memburu orang nomor dua di Alqaeda yang didukung oleh keluarga Osama untuk menjadi penerusnya, Ayman Al Zawahri.
”Tim kami kini mempelajari semua file itu,” tutur Brennan.
Dari Islamabad, Pakistan tak mau disalahkan atas bersarangnya Osama selama enam tahun di kota yang hanya berjarak dua jam perjalanan darat dari Islamabad, tak jauh dari akademi militer mereka, tersebut. ”Itu kegagalan intelijen seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, bukan hanya Pakistan,” ujar Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani seperti dikutip Daily Telegraph.
Sebelumnya, AS dan sejumlah negara lain menekan Pakistan atas kegagalan mereka mendeteksi pergerakan Osama. Muncul kecurigaan bahwa intelijen Pakistan main mata dengan teroris paling dicari selama satu dekade terakhir itu.
ABBOTTABAD, KOMPAS.com - Sudah sejak lama para tetangga sekitar rumah mewah kediaman sekaligus lokasi persembunyian pentolan Al Qaeda Osama bin Laden merasakan sejumlah kejanggalan.
Tidak hanya bentuk dan arsitektur bangunan yang serba tertutup itu, tetapi juga cara hidup para penghuni yang tertutup dan juga tidak lazim.
Dari beberapa tetangga dan warga sekitar mengaku hanya mengenal satu-dua orang dari sejumlah orang dewasa yang tinggal di dalam rumah Osama tersebut.
Salah satunya pria berpenampilan rapi dan berkumis, berusia sekitar 40 tahun, Arshad Khan. Selain Arshad, juga ada seorang pria lain berusia 30-an tahun bernama Tareq Khan, saudara sepupu Arshad.
Selain kedua pria itu, para tetangga mengaku tahu masih ada tiga perempuan berpakaian burqa dan sembilan anak berusia dua hingga 12 tahun. Banyak tetangga tidak pernah melihat pria bernama Osama bin Laden.
Arshad mengaku bekerja sebagai pedagang emas dan mata uang asing. Namun, di kesempatan lain dia mengaku pemilik salah satu hotel di Dubai, yang diurus pamannya. Arshad mengaku hanya tinggal menerima kiriman uang secara rutin dari hasil keuntungan bisnis hotel itu.
Dari sejumlah gosip dan rumor yang muncul di kalangan tetangga, para penghuni rumah itu juga sempat dicurigai sebagai lokasi persembunyian penyelundup asal Peshawar atau anggota gembong narkotika.
”Rumor semacam itu sempat beredar. Kalau bukan penyelundup, mereka pasti kaya dari bisnis serbuk putih (heroin). Makanya mereka mampu membangun rumah besar dan mewah. Akan tetapi, semua juga tahu, ketika rumor seperti itu muncul, warga memilih membiarkan dan menjauh saja,” ujar Hussain Jaffri, salah seorang warga sekitar.
Anak-anak yang tinggal dan biasa bermain di sekitar rumah persembunyian Osama itu pun juga mengaku merasakan kejanggalan. Nabeel (12), yang biasa bermain kriket di lapangan sekitar rumah mewah misterius itu bersama teman-temannya, juga punya kenangan.
Nabeel bercerita, setiap kali ada salah seorang dari mereka melempar bola hingga masuk ke halaman rumah itu, salah seorang penghuni rumah keluar dan memberi mereka uang sekitar 100-150 rupee untuk membeli bola baru.
Penghuni rumah memang tidak pernah membiarkan orang keluar-masuk dengan bebas ke dalam. Mereka bahkan memasang kamera pengawas di bagian gerbang depan. Seorang penjual susu pun terbiasa meletakkan begitu saja botol-botol susu yang diantarnya di depan rumah untuk kemudian diambil sendiri oleh salah seorang penghuni rumah.
Nabeel juga mengaku merasa aneh melihat sejumlah anak yang tinggal di dalam rumah tidak pernah diperbolehkan keluar dan ikut bermain bersama mereka. Lebih parah lagi, dia mengaku tidak pernah melihat satu pun dari anak-anak itu yang bersekolah.
Keluar tanpa tujuan
Dalam kesempatan terpisah, Mohammed Qasim, putra seorang petani yang tinggal tidak jauh dari rumah itu, menceritakan, setiap pagi para wanita yang tinggal di dalam rumah mewah tersebut keluar membawa anak-anak dengan menggunakan mobil van merah Suzuki keluaran tahun 1987.
”Tidak jelas apakah mereka membawa anak-anak itu untuk bersekolah atau ke tujuan lain. Saya juga hanya mengenal dua orang anak, masing-masing bernama Abdur Rahman dan Khalid, yang berusia enam dan tujuh tahun,” ujar Qasim.
Walau ada banyak kejanggalan, kondisi seperti itu tidak lantas membuat orang melakukan sesuatu untuk mencari kejelasan. Tidak juga para aparat intelijen Pakistan, yang dikenal sangat ditakuti lantaran bisa menangkap dan menahan siapa saja yang dicurigai.
Malahan mantan Presiden Pakistan Pervez Musharraf mengaku, saat masih menjabat dia kerap berjoging melewati kawasan dan rumah tempat persembunyian Osama tadi setiap kali dia tengah berada atau berlibur di kota Abbottabad.
Kota yang berjarak sekitar 60 kilometer arah utara dari ibu kota Pakistan, Islamabad, itu memang dikenal sebagai resor wisata favorit para ekspatriat dan orang kaya di Pakistan. Kota itu juga menjadi tempat Akademi Militer Kakul yang terkenal.
Seperti juga terjadi di Indonesia dalam beberapa kesempatan pasca-penangkapan sejumlah pentolan pelaku teror macam Dr Azhari dan Noordin M Top oleh aparat keamanan, warga sekitar mengaku terkejut. Mereka belakangan mengaku memang ada yang janggal, tetapi tidak melakukan apa-apa
Sekilas Hidup Usamah bin Ladin (5). Usamah Pindah ke Sudan, Merancang Perang Melawan AS
Usamah bin Ladin adalah sosok yang kontroversial di mata dunia. Bagi sebagian ia adalah teroris tulen yang seakan berhati dingin dan kejam. Tapi bagi sebagian lain, Usamah adalah simbol perlawanan atas hegemoni Amerika Serikat dan Eropa atas kesewenang-wenangan mereka terhadap dunia Islam.
Tak lupa, Usamah juga pernah bekerja sama dengan AS di Afghanistan untuk mengusir Sovyet. Kini setelah dikabarkan tewas dalam penyergapan di Abbottabad, Pakistan, Usamah tetap menjadi sosok yang misterius. Republika mencoba menguliti sedikit kehidupan pribadi Usamah bin Ladin, keturunan konglomerat Mohammed bin Ladin asal Arab Saudi.
Bagaimana masa kecilnya. Apa yang mempengaruhi pergerakan Usamah. Mengambil bahan dari buku pemenang hadiah Pullitzer 2007, The Looming Tower karangan Lawrence Right, berikut cuplikan episode-episode kehidupan Usamah bin Ladin. Selamat menikmati:
Masalah baru muncul pascakeluarnya Sovyet dari Afghanistan. Sebanyak 15-25 ribu pejuang Arab Saudi di Afghanistan kini menganggur. Posisi para pejuang ini cukup unik. Pertama, pemerintah Arab Saudi 'mendukung' mereka berperang ke Afghanistan dengan harapan mereka tidak lagi berbuat ulah di Arab Saudi, seperti menyerang Masjidil Haram. Pemerintah Arab tidak memikirkan bagaimana bila para pejuang itu kembali lagi ke negara asalnya dengan berbagai masalah psikologis dan ingatan perang.
Intelejen Arab akhirnya turun tangan. Para pejuang yang pulang kampung akan diinterogasi selama dua hari. Namun banyak negara menolak kepulangan para pejuang Afghanistan ini. Nasib mereka tragis. Sukses menaklukan Sovyet di Afghanistan, tapi tidak diterima di negaranya sendiri. Mereka ibarat warga tanpa negara. Sebagian akhirnya bertahan atau kembali ke Pakistan dan menjadi warga tetap. Sebagian lainnya menjadi prajurit dalam perang di Kashmir, Kosovo, Bosnia, atau Chechnya. Para pejuang Afghanistan yang tadinya bersatu di bawah Usamah kini terpecah belah di berbagai negara.
Pada Juni 1989, perkembangan menarik terjadi di Sudan, Afrika. Brigjen Omar Hasan al-Bashir dan Hasan al-Turabi melakukan kudeta. Turabi adalah sosok yang mirip Usamah dan Zawahiri. Ia punya visi mendirikan komunitas muslim internasional yang bermarkas di Sudan dan menyebar ke negara lain. Guna mewujudkan visinya, pemerintahan Sudan yang baru mengontak Usamah. Sejak awal, hubungan ini berjalan dalam dua jalur, yaitu bisnis dan pelatihan pejuang Alqaida.
Usamah mendapat dukungan negara dan SDM yang ia butuhkan. Sementara Bin Ladin Group mendapat proyek infrastruktur di berbagai daerah di Sudan. Usamah tertarik, ia akhirnya boyongan pindah dari Afghanistan. Membawa empat istri dan 17 anaknya ke Khartoum.
Kehidupan Usamah di Khartoum berjalan baik secara bisnis dan pelatihan Alqaida. Usamah punya kantor dan rumah yang luas. Ia mempekerjakan pengikut Alqaida dalam bisnis infrastruktur dan agrikultur di Sudan. Tidak ada pelatihan militer yang benar-benar keras di sini. Malahan setiap Jumat para pejuang Alqaida setelah shalat Jumat sibuk bermain sepak bola. Kalaupun ada pelatihan militer, itu dalam skala kecil untuk tetap menjaga kebugaran para pejuang. Pendek kata, Alqaida berubah menjadi organisasi pertanian di Sudan.
Di Sudan pula, Usamah melihat dirinya bisa meniru sosok ayahnya, Mohammed bin Ladin sebagai pebisnis handal. Diperkirakan, Usamah menginvestasikan dana 350 juta dolar AS di Sudan. Ia menjadi salah satu pemilik lahan terbesar di Sudan. Para pejuang Alqaida mendapat gaji 200 dolar AS plus bonus per bulan. Tingkat manajer digaji seribu hingga 1.500 dolar AS.
Lama kelamaan, Usamah merasa kehidupannya di Sudan monoton. Ia berpikir, hidupnya ada di persimpangan. Satu kejadian penting yang melibatkan Amerika Serikat akhirnya membangkitkan semangatnya kembali. Kejadian itu adalah terus menguatnya pengaruh AS di Arab Saudi. Usamah melihat AS berusaha menduduki tanah suci Makkah dan ini tidak bisa dibiarkan. Pada saat yang sama, pasukan AS singgah sejenak di Yaman untuk meneruskan perjalanan ke Somalia. 'Masuknya' AS ke Yaman dan menuju Somalia dilihat oleh Usamah dan Alqaida sebagai ancaman langsung. Bahwa setelah 'menguasai' Arab Saudi kini AS mengincar Afrika.
Akhir 1992, salah satu teman dekat Usamah sekaligus penasehat Alqaida, Mamdouh Salim (lebih dikenal dengan nama Abu Hajer al-Iraqi) membrief sejumlah petinggi Alqaida tentang situasi terkini di Timur Tengah. Mereka setuju untuk berbuat sesuatu terhadap AS. Meski tindakan ini terlihat 'aneh' karena sebelumnya di perang Afghanistan kedua pihak bahu membahu mengusir Sovyet. Bahkan AS memfasilitasi pejuang Mujahidin untuk berkunjung ke AS dan membantu ratusan juta dolar AS dalam bidang persenjataan.
Imad Mugniyah, salah satu petinggi kelompok Hizbullah bertemu Usamah akhir 1992. Dalam pertemuan itu Mugniyah membeberkan 'keberhasilan' Hizbullah memperlemah AS di Timur Tengah lewat serangan bunuh diri. Mugniyah adalah perancang serangan maut bom bunuh diri ke Kedubes AS dan barak militer AS-Prancis di Beirut. Total korban bom bunuh diri itu mencapai 300 warga AS dan 58 warga Prancis. Dari pemaparan ini, Usamah akhirnya menganggap bahwa bom bunuh diri adalah salah satu langkah efektif untuk memperlemah AS dan sekutunya.
29 Desember 1992, bom meledak di Hotel Movenpick, Aden, Yaman. Bom lainnya meledak di Hotel Goldmohur. Dua bom ini targetnya adalah prajurit AS. Namun dampaknya justru jatuh korban dua rakyat sipil. Seorang turis Australia dan seorang pekerja hotel asal Yaman. Meski demikian, Alqaida bersikukuh bom mereka menakut-takuti militer AS yang ingin masuk ke Somalia. Tapi sebagian anggota Alqaida lainnya mengkritisi bom bunuh diri yang memakan korban sipil ini. Betapa bom bunuh diri sudah mengubah wajah organisasi pejuang mereka. Di titik kritis inilah Abu Hajer masuk dan mendogma petinggi Alqaida lainnya bahwa bom bunuh diri 'dibutuhkan' dalam 'perjuangan' mengusir AS. Korban sipil yang jatuh adalah 'keniscayaan' yang tidak bisa dihindari.
Dogma Abu Hajer ini menjadi visi baru Alqaida. Abu Hajer segera mengeluarkan dua fatwa. Pertama mengotorisasi serangan pada militer AS. Kedua, jatuhnya korban sipil tidak bisa dihindari. Ini membuat gerakan Alqaida berubah total.
Langganan:
Postingan (Atom)